Kamis, 07 April 2011

Mirong "Oleh-Oleh Khas Mudik"

Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Penulis sendiri tentu pernah merasakan kegiatan tahunan seperti ini, karena penulis sendiri merupakan orang perantau yang berasal dari salah satu desa di Brebes tepatnya dari desa Cikakak.

Cikakak adalah nama desa yang cukup kesohor, yang terletak di bagian barat kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Terletak sekitar 50 km dari Cirebon ke arah timur dan sekitar 40 km dari Brebes ke arah barat. atau sekitar 25 km dari Tanjung (pertengahan antara Cirebon - Brebes) ke arah selatan memutar ke barat. Sebagai desa yang terletak di wilayah transisi atau perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, masyarakat desa Cikakak hidup dalam dua budaya yang berbeda, yaitu Sunda dan Jawa. Sebagian besar komunitas masyarakatnya merupakan Suku Sunda, dengan budaya sunda yang kental dan bahasa sunda sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, meskipun dialeknya berbeda dengan bahasa sunda pituin (Parahyangan). Mata pencaharian pokok penduduknya adalah bertani, berdagang dan sebagian pekerja rantau musiman. Pekerja rantau ini lah yang sering merasakan suka-dukanya mudik lebaran.

Seteleh musim lebaran habis para pekerja rantau ini lah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib, tidak terkecuali penulis sendiri. Biasanya sehari sebelum balik ke Ibu Kota mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dan tidak lupa juga mempersiapkan oleh2. Mirong dipilih menjadi salah satu oleh2 mudik. Selain murah Mirong juga dipercaya mengandung banyak protein karena terbuat dari ikan asin yang dilapisi oleh tepung terigu. Bagi para pemudik yg menggunakan kendaraan umum seperti Bus, kadang berat juga untuk membawa Mirong sampai ke Ibu Kota dengan selamat. Banyak kendala yang tentu menghadangnya seperti keinjek2 orang, jalan yang rusak membuat mobil enjot2 sehingga membuat mirong dalam kardus ikut remuk, maklum namanya juga bus umum. Mungkin ada satu Tips yang sedikit membantu agar Mirong tidak remuk pada saat sampe tempat tujuan yaitu sebaiknya Mirong ditempatkan dalam kaleng/toples.

Dari hasil survey (komentar2) yang ada di page "FB Mirong", telah membuktikan bahwa Mirong masih sangat digemari oleh banyak kalangan, dan juga merupakan Oleh-Oleh makanan khas Mudik. Bagi anda yang bingung memilih makanan pada saat mudik, sekarang ga perlu bingung2 lagi karena Mirong bisa dijadikan sebagai Oleh2 Mudik dan sudah terbukti oleh penulis sendiri warga kota banyak yang suka dengan Mirong.

(Admin)
Read More........

Kamis, 31 Maret 2011

"Bawang Merah Impor Masuk, Harga di Pasar Lokal Anjlok"

Brebes - Harga bawang merah lokal di kalangan petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menurun drastis. Harga bawang lokal yang semula menembus Rp 18.000/ kg kini anjlok hingga Rp 7.000/ kg. Kondisi itu terjadi akibat masuknya bawang impor ke Kabupaten Brebes dengan jor-joran. Keadaan tersebut membuat resah petani karena menyebabkan mereka merugi.

Sugito (46), petani bawang asal Desa Wangandalem, Kabupaten Brebes menuturkan, turunnya harga jual bawang lokal sudah terjadi sejak sekitar dua minggu lalu. Itu terjadi menyusul banyaknya bawang impor yang masuk Brebes. Sementara, petani kini mulai banyak yang panen, sehingga stok melimpah. “Sebulan lalu, harga bawang lokal tembus Rp 18.000/ kg, tapi saat ini saya panen harganya merosot hingga Rp 7.000/ kg,” keluhnya, Rabu 30 Maret 2011.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani merugi. Sebab, modal untuk tanam tinggi. Bahkan, saat ini harga bibit masih tinggi menembus Rp 20.000/ kg. Apalagi, bawang yang panen kali ini merupakan hasil musim lerengan, sehingga hasilnya kurang maksimal.

“Kalau musim normal, lahan seperdelapan bau bisa hasil 12 kuintal, tapi sekarang hanya 8 kuintal. Sementara, saat musim normal modalnya hanya Rp 4,7 juta, sekarang mencapai Rp 7 juta. Bila harga jatuh, kami jelas rugi besar,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Ir Masrukhi Bachro mengatakan, anjloknya harga bawang merupakan dampak masuknya bawang impor ke pasar Brebes secara jor-joran. Dari pantauan HKTI, saat ini jumlah bawang impor yang masuk rata-rata 5 kontainer atau sekitar 140 ton/ hari. Keadaan itu jelas mempengaruhi psikologi pasar bawang lokal. Apalagi, harga bawang impor cenderung lebih murah.

“Bawang impor ini dibongkar di sejumlah gudang di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari. Bawang impor itu berasal dari Thailand, Vietnam dan India,” terangnya.
Ditegaskan, pemerintah diperbolehkan impor bawang, tetapi jangan masuk ke Brebes sebagai daerah sentra penghasil bawang. Sebab, hal itu akan mempengaruhi harga bawang lokal. Karena itu, pihaknya meminta impor bawang distop. Bila tidak bisa, paling tidak diatur dan dibatasi. Artinya, jangan masuk ke daerah sentra penghasil bawang.

“Kami dari HKTI lebih ingin impor bawang ini dihentikan. Kalau terus-terusan impor, kapan petani lokal bisa menikmati untung,” tandasnya.

sumber: http://www.panturanews.com/
Read More........

"Akses Warga Tertutup, Jalan Tol Kanci-Pejagan Diblokir"

Ratusan warga empat desa dari 2 Kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memblokir jalur Tol Kanci-Pejagan. Aksi ini mereka lakukan karena akses jalan petani yang tertutup proyek jalan tol tidak dibangun, padahal tol sudah dua tahun beroperasi, Rabu 30 Maret 2011.

Warga menutup jalan dengan cara berdiri membuat pagar betis, sambil membentangkan spanduk di tengah jalan tol Kanci-Pejagan, di Desa Kramat Sampang. Akibat aksi warga tersebut, arus lalu lintas yang menuju keluar maupun yang telah masuk dari arah timur tol menjadi terhambat.

Warga yang berasal dari Desa Kramat Sampang dan Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, serta Desa Sengon dan Desa Kemukten, Kecamatan Tanjung, mengaku kesal dengan pihak pengembang yang tidak segera membangun akses jalan petani.

“Sudah dua tahun beroperasi tetapi jalan warga tidak segera dibangun, padahal jalan tersebut transportasi para petani untuk mengangkut hasil panen,” ujar Tamrih, warga Desa Kramat Sampang.

Menurut Tamrih, semula warga setempat mempunyai akses jalan sendiri, akan tetapi sejak ada proyek tol, akses jalan tersebut ditutup. Selain itu, warga juga menuntut jembatan yang rusak untuk segera diperbaiki. “Warga cuma ingin jalan yang semula ada segera dibangun kembali, karena menyangkut kebutuhan transportasi ekonomi warga,” ujar.

Assisten 1 Sekrtariat Daerah Kabupaten Brebes, Drs Supriono, menjelaskan bahwa jalann desa yang semula ada memang menjadi kebutuhan warga Desa Kramat Sampang dan sekitarnya. Apalagi warga sekitar rata-rata bermata pencaharian petani, sehingga jalan tersebut menjadi akses ekonomi warga.

“Pihak tol harus perhatikan keluhan warga karena itu sudah menjadi kebutuhan warga. Untuk itu jalan yang semula ada harus dibuatkan kembali,” tukasnya.

sumber: http://www.panturanews.com/

Read More........

Rabu, 30 Maret 2011

"Dana Perbaikan Jalan Kurang Rp 7 M"

Pemkab Brebes di tahun 2011 mengalami kekurangan alokasi dana bagi perbaikan jalan sekitar Rp 7 miliar. Kondisi itu terjadi akibat banyaknya mas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan parah. Guna menutup kekurangan tersebut, kini Pemkab tengah mengupayakan efisiensi anggaran terhadap pos yang di-nilai kurang prioritas.

"Dari hasil rapat koordi-nasi, kami menargetkan di tahun 2011 ini melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp 7 miliar - Rp 10 miliar. Ini dilakukan untuk dialokasikan terhadap kebutuha anggaran bagi perbaikan jalan yang belum masuk dalam APBD tahun ini," ujar Wakil Bupati H Agung Widyantoro SH MSi, Selasa(29/3).

Menurut dia, perbaikan jalan menjadi prioritas karena sudah sangat dikeluhkan masyarakat. Pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan efisiensi agar target kebutuhan anggaran tersebut tercukupi. Efisiensi di titikberatkan kepada kegiatan yang dinilai tidak mendesak, seperti belaja pakaian untuk hari-hari tertentu.

"Kami yakin upaya ini bisa tercapai, sehingga perbaikan jalan rusak yang belum masuk di APBD tetap bisa tertangani," tandasnya.
Dia mengungkapkan, dalam program penanganan kerusakan jalan tersebut ada dua upaya yang dilakukan. Yakni melalui pemeliharaan dan peningkatkan jalan.
Khusus proyek pemeliharaan dialokasi anggarannya mencapai Rp 3 miliar. Proyek itu kini sudah mulai dilaksanakan. Sementara, untuk proyek peningkatan jalan prosesnya masih dalam tahap pelelangan. Tekan KKN Seluruh lelang proyek tersebut dilaksanakan melalui LPSE. Hal itu dilakukan guna menekan adanya terjadinya tindak kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).
'Terkait efisensi anggaran ini, kami sudah berkonsultasi dengan DPRD dan BPK. Kedua lembaga itu menyatakan tidak masalah. Sedangkan untuk penanganan jalan provinsi, kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng."

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah ST mengatakan, dari ratusan ruas jalan kabupaten yang ada, saat ini yang kondisi kini rusak mencapai 70 persen. Namun, dari alokasi anggaran yang ada hanya bisa untuk memperbaiki sekitar 40 persennya.
Karena itu, pihaknya bersama eksekutif telah berkomitmen untuk melakukan upaya efisiensi anggaran.
"Bagi yang belum bisa diperbaiki, kami upayakan juga dalam anggaran perubahan," ujarnya.

sumber: http://www.brebeskab.go.id/
Read More........

Senin, 28 Maret 2011

"ALAT-ALAT PANEN PADI TRADISIONAL CIKAKAK"

Cikakak – Masyarakat baru-baru ini telah disibukan dengan suatu kegiatan rutin tahunan yaitu panen padi. Memang sebagian besar penduduk Cikakak bermata pencarian sebagai petani, meskipun tidak sedikit pula pekerja rantau ibu kota. Panen padi di Cikakak dimulai antara sekitar bulan Maret, setelah menunggu kira-kira tiga bulan dari mulai tanam. Alat-alat yang biasa digunakan masyarakat tani Cikakak dalam memanen padi antara lain;

1. Ani-ani

Ani-ani adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Ani-ani biasanya digunakan untuk memotong tangkai bulir padi satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong. Sekarang di Cikakak Ani-ani jarang digunakan, kadang hanya digunakan dalam proses ritual sebelum padi dipanen, orang Cikakak menyebutnya “Mura”

Ani-ani

2. Arit (Clurit)

Arit merupakan alat yang bentuknya menyerupai bulan sabit dengan kayu sebagai gagangnya, dan biasanya digunakan untuk memotong padi saaat panen. Ada dua jenis arit yang dapat digunakan untuk memanen yaitu arit biasa dan arit yang bergerigi. Arit yang sering digunakan di Cikakak adalah arit yang bergerigi, karena lebih cepat dalam memotong tidak seperti arit biasa yang lebih licin.

Arit Biasa

Arit Bergerigi

3. Gebotan (“Geprakan”)

Masyarakat Cikakak lebih mengenalnya dengan sebutan “Geprakan”. Geprakan merupakan alat yang bahannya terbuat dari kayu, namun kadang juga dibeberapa bagian bisa menggunakan bambu. “Geprakan” digunakan untuk memisahkan padi atau gabah dari tangkainya yang sudah diarit. Pemisahan tersebut yaitu dengan cara padi dipukul-pukul ke “Geprakan” tadi. “Geprakan” umumnya dibuat sendiri oleh para petani. Selain bahannya yang mudah didapat, bentuk dari “Geprakan” itu sendiri tentu disesuaikan dengan si penggunanya, sehingga antara petani yang satu dengan yang lain bentuk Geparakannya berbeda-beda.

Gebotan ("Geprakan")

4. Wakul atau Dingkul

Merupakan alat yang berbentuk anyaman dan lazimnya terbuat dari bambu atau rotan. Wakul atau dingkul bentuknya seperti boboko, namun ukurannya lebih besar. Biasanya digunakan sebagai tempat penampungan sementara sebelum padi dimasukan ke kantong atau waring. Bisa juga digunakan sebagai alat untuk mengangkut padi yang dijemur untuk dimasukan kedalam rumah setelah matahari tidak lagi terang (panas).

Wakul

5. Kipas Padi dan Nyiru

Adalah alat yang digunakan untuk membersihkan atau memisahkan padi atau gabah dari kotoran (gabah yang keropos), sehingga padi lebih bersih dan berisi. Proses ini dilakukan setelah proses penjemuran atau padi sudah kering. Kipas padi ini tidak semua petani memilikinya. Para petani bisa meminjam atau menyewa kipas tersebut dengan biaya sewa perjam. Namun sebelum adanya kipas, untuk membersihkan padi para petani biasanya menggunakan nyiru. Nyiru terbuat dari anyaman bambu yang bentuknya bulat pipih. Pembersihan dengan nyiru ini dilakukan oleh para ibu-ibu petani, dengan cara mengoyangkan nyiru ke atas-bawah, atau ke samping kiri-kanan secara terus menerus. Di masyarakat Cikakak istilah tersebut lebih dikenal dengan sebutan "Napian"

Kipas Padi

Nyiru

Read More........

Jumat, 25 Maret 2011

"ADU KENDI"

Pernikahan adalah suatu proses menyatukan dua insan manusia (Laki-laki dan Perempuan) yang sudah saling mencintai, ditandai dengan adanya proses ijab qabul yang disaksikan oleh wali dan saksi-saksi. Peristiwa ini merupakan suatu momen yang sangat sakral dan merupakan hari bahagia bagi kedua mempelai. Para mempalai bak raja dan ratu, mereka dimake-up serta memakai pakaian yang serba wah. Di Cikakak, setelah proses ijab qabul ada satu ritual yang cukup unik yaitu "Adu Kendi"

Acara Adu Kendi biasanya dilakukan apabila pengantin, baik laki-laki maupun perempuan merupakan anak sulung atau keduanya anak bungsu, bisa juga laki-laki (sulung) dan perempuan (bungsu) atau sebaliknya. Pada proses Adu Kendi inilah banyak mengundang orang atau tetangga-tetangga berdatangan, karena disini ada proses "Saweran" dari pihak kedua mempelai yang ditunggu-tunggu banyak orang yang berdatangan.

Sebelum kendi di adu biasanya ada perwakilan (saudara) dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan untuk memutar mengelilingi kedua pengantin sambil berjoged atau ngibing (Bhs. Sunda). Mereka biasanya memakai topi yang terbuat dari alat menanak nasi tradisonal atau dalam bahasa sunda disebut "Haseupan" yang pingir-pingirnya dikasih berbagai hiasan dan dipandu oleh soerang "Peraji Pengantin". Hiasan yang dipakai disini cukup unik karena biasanya merupakan makanan seperti rengginang, opak, wajik, pisang, dll.

Selain memakai topi yang unik, dua orang wakil (saudara) pengantin tadi masing-masing tangannya memegang "Centong" dan tangan yang satunya memegang kendi yang diatasnya sudah ditaro telur. Setelah prosesi ritual selasai tibalah saatnya kendi tersebut di adu dan pecahlah suasana menjadi riuh. Disinilah saat yang paling meriah dan ditunggu banyak orang, karena setelah kendi tersebut pecah, orang-orang dari keluarga kedua mempelai segera melemparkan uang recehan kearah pengantin sebagai ungkapan rasa syukur, istilahnya "Saweran". Tentu saja hal ini membuat orang-orang baik tua-muda, anak kecil-besar, laki2-perempuan tumpah ruah saling berebut duit receh yang disawerkan tadi.

Read More........

"SDN Cikakak IV TINGGAL KENANGAN"

PRIHATIN…!!!!, mungkin kata-kata ini yang pantas ditujukan buat keberadaan Sekolah SDN Cikakak IV, Kec. Banjarharjo, Kab. Brebes yang kini tinggal kenangan, yang tersisa hanya bangunan-bangunan yang sudah tua dan rapuh. Sekolah ini berada di sebelah timur desa Cikakak, tepatnya berhadap-hadapan dengan SLTPN 01 Banjarharjo, dan berdampingan dengan SDN Cikakak I dan II. Sekolah ini sudah lama tidak beroperasi mungkin sekitar tahun 2006 atau 2007-an. Menurut cerita orang-orang, sekolah tersebut tidak beroperasi karena kurangnya murid atau tidak adanya murid yang mendaftar pada awal tahun pelajaran baru. Sebagian lagi mengatakan bahwa sekolah tersebut jaraknya jauh dan mesti melawati jalan raya desa, sehingga para orang tua tidak mau ambil resiko takut anaknya ketabrak motor atau mobil. Sungguh alasan yang sangat klasik.
Padahal dulu sebelum dan semasa penulis sekolah, SDN Cikakak IV merupakan salah satu sekolah terpavorit di Desa Cikakak. Merupakan suatu kebanggaan orang tua bila anaknya bisa masuk SD ini. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah yang penerapan disiplinnya sangat baik. Sudah terbukti semasa itu banyak anak-anak yang rumahnya jauh diujung sebalah barat desapun sekolah di SD ini. Jadi Alasan-alasan klasik seperti diatas sungguh tidak relevan. Entah apalagi yang membuat sekolah ini tidak beroperasi, mungkin manajemen sekolah yang kurang baik, kualitas para guru yang menurun atau mungkin juga para Bpk dan Ibu Guru semasa itu sudah pensiun atau sudah pindah mengajar.

Dalam Situs Data Pokok Pendidikan Wilayah Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Brebes Periode 2010 / 2011 (http://brebes.dapodik.org/), SDN Cikakak IV masih terdaftar serta masih mempunyai NPSN (Nomor Pokok Sekolah Negeri) 20327425. Dalam situs tersebut tidak dijelaskan status SDN Cikakak IV masih aktif atau non aktif, padahal sudah lama gedung sekolah tersebut tidak digunakan dan tidak berpenghuni. Apakah sekolah ini masih mempunyai anggaran dari pemerintah???? Kalo masih, lantas kemana anggaran tersebut dialirkan????
Sungguh-sungguh fakta yang sangat ironis, ditengah-tengah kemajuan teknologi dan gencar-gencarnya pemerintah mensosialisasikan Wajib Belajar 9 Tahun, masih ada nasib sekolah yang kurang beruntung. Bagaikan pahlawan yang mati sebelum berperang, orang sunda bilang ”Mopo Memeh Nanggung”. Semoga ini menjadi suatu pelajaran dan tidak ada lagi sekolah yang bernasib sama seperti sekolah SDN Cikakak IV.


”OH SEKOLAHKU, MALANG BENAR NASIBMU....ILOVE YOU, MY SCHOOL....”

*Note : Dari berbagai sumber

Read More........

Kamis, 24 Maret 2011

"SENI BUROK"

Seni Burok adalah salah satu kesenian rakyat yang sangat terkenal dan digemari di kalangan masyarakat Cikakak dan sekitar Cirebon. Menurut cerita seni Burok sudah ada sekitar tahun 1934. Awalnya ada seorang penduduk desa Kalimaro Kecamatan Babakan bernama Kalil membuat sebuah kreasi baru seni Badawang (boneka-boneka berukuran besar) yaitu berupa Kuda Terbang Buroq, konon ia diilhami oleh cerita rakyat yang hidup di kalangan masyarakat Islam tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan menunggang hewan kuda bersayap yang disebut Buroq.


Selain dalam cerita rakyat, masyarakat Cirebon dikenalkan pula sosok Buroq ini dalam lukisan-lukisan kaca yang pada waktu itu cukup popular dan dimiliki oleh beberapa anggota masyarakat di Cirebon. Lukisan kaca tersebut berupa Kuda sembrani (bersayap) dengan wajah putri cantik berwajah putih bercahaya. Di dalam perkembangannya Genjring Buroq semakin digemari masyarakat, bahkan tersebar ke pelbagai daerah di luar Cirebon, seperti Losari, Brebes, Banjarharja, Karang Suwung, Ciledug, Kuningan, dan Indramayu.

Di Cikakak pertunjukan Burok biasanya dipakai dalam beberapa hajatan, seperti Sunatan, perkawinan, dll. Burok biasanya dilakukan mulai pagi hari atau siang hari tergantung pesanan dai yang punya hajat lalu berkeliling kampung di sekitar lokasi hajatan tersebut. Selain boneka Buroq, ada juga boneka pengiring lainnya seperti Gajah, Macan, Kuda, Kera, dll., bahkan sekarang ada juga boneka Barongsai yang biasa kita saksikan dalam acara imlek.

Pertunjukan Burok dimulai dengan "Tetalu" lalu bergerak perlahan dengan lantunan lagu. Setelah banyak masyarakat yang datang rombongan mulai bergerak dan semakin lama semakin meriah karena masyarakat boleh turut serta menari berbaur berjoged ria dengan para pelaku.

Dalam acara khitanan biasanya anak sunat dinaikan ke atas Burok dengan pakaian sunat lengkap dan nampak dimanjakan. Pada saat arak-arakan, lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu dangdutan dan tarling yang merupakan lagu ciri khas masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Musik pengiring Burok biasanya terdiri dari 3 buah dogdog (besar, sedang, kecil), 4 genjring, 1 simbal, organ, gitar, gitar melodi, kromong, suling, kecrek. Namun seiring perkembangan zaman doddog dan genjring sekarang sudah tergantikan oleh alat musik yang sudah modern yaitu drum. Alat-alat tersebut berfungsi sebagai pengiring tarian juga pengiring nyanyian. Nyanyian biasanya dibawakan oleh penyanyi pria dan wanita, kadangkala bergiliran tergantung dari karakter lagu yang dibawakan. Biasanya disini banyak orang yang minta lagu yang mereka sukai dengan memberikan saweran.

Sumber: http://www.saranawebindo.com/brebes/index.php?modul=wisata&cat=WBudaya&catid=315431923216


Read More........

Rabu, 23 Maret 2011

"Permainan Tradisional di Cikakak"

Masa kanak-kanak adalah merupakan masa penuh dengan suka cita, masa ini lah yang ingin selalu terus dialami. Tidak ada beban yang merasuki pikiran, semua berjalan seperti air mengalir dari hulu ke hilir. Saat mengingat masa kanak-kanak, kita tentu ingat begitu banyak jenis-jenis permainan. Permainan disini adalah jenis permainan Tradisional, yang merupakan permainan turun-temurun dari para oranga tua.

Namun seiring perkembangan zaman, permainan tradisional kini seakan hilang ditelan bumi. Anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain dengan alat-alat permainan yang siap pakai. Mukin salah satu penyebabnya adalah kurangnya pelajaran dari orang tua dan guru yang tidak mengajarkan permainan tradisional tersebut atau cenderung males. Padahal begitu banyak permainan tradisional yang diwariskan para orang tua kepada kita, tidak terkecuali di Cikakak.

Di Cikakak sendiri ada begitu banyak jenis-jenis permainan tradisional, yang kini sudah jarang ditemui dan dimainkan oleh anak-anak. Jenis-jenis permainan tersebut adalah:

1. Benteng
Di Cikakak permainan lebih dikenal dengan "Bebentengan" (Bhs. Sunda). Permainan ini dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah gawang sebagai benteng. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang 'benteng' lawan dengan masuk atau melewati gawang lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka.

2. Gobak Sodor
Adalah sejenis permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

3. Gasing ("Gacon")
Adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan keseimbangan pada suatu titik. Gasing atau Gacon (Bhs. Sunda Di Cikakak) merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu yang diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon tali rapia dan bisa juga dibuat dari kulit pohon, seperti kulit pohon pisang. Panjang tali gasing , beda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

4. Kasti
Merupakan sejenis permainan olahraga bola. Permainan ini dilakukan oleh 2 kelompok menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.

5. Layang-Layang
Permainan layang-layang, merupakan satu aktivititas menerbangkan layang-layang di udara. Pada musim kemarau di Cikakak anak-anak selalu bermain layang-layang karena anginnya besar. Umumnya anak-anak memainkan layang di lapangan sepak bola maupun di sawah, ada juga di halaman rumah.

6. Petak Umpet
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya harus meninggalkan tempatnya. Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, dimana teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

7. "Peupeuleuwuhan (Bhs. Sunda Cikakak)"
Merupakan permainan sejenis dengan petak-umpet, yang membedakannya adalah permainan ini biasanya dilakukan pada waktu malam hari. Permainan ini dilakukan oleh 2 group, yang terdiri dari beberapa orang. Permainan ini dimulai dengan suit. Group yang menang suit harus sembunyi dan yang kalah harus mencari group yang menang tadi. Setelah bersembunyi group yang menang suit harus berteriak "Peuleuwuh" sebagai tanda keberadaan mereka. Group yang menang adalah gruop yang anggotanya tidak ditemukan semua dan group yang mencarinya menyerah.

8. Balap karung
Adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.

9. Congklak
Adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Di Cikakak congklak lebih dikenal dengan sebutan "Sasawahan" (Bhs. Sunda Cikakak). Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan atau bisa dengan batu-batu yang kecil.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain. Di Cikakak permainan ini bisa dimainkan dengan membuat kubangan kecil di tanah.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

10. Egrang (Regang)
Adalah salah satu permainan tradisional yang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Egrang kadang dibuat sesuai dengan keinginan yang diinginkan oleh sipemakainya (pengguna).

Cara memainkan egrang adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.

11. Pistol-pistolan
Adalah permainan yang terbuat dari sebatang bambu kecil yang dibuat dengan panjang kira-kira 30 cm. Di Cikaka permainan ini lebih dikenal dengan "Beubeudilan". Biasanya peluru yang digunakan adalah dengan menggunakan buah pohon salam yang masih muda atau juga bisa dengan menggunakan kertas bekas. Permainan ini biasa dimainkan anak-anak dalam perang-perangan.

Permainan-permainan diatas merupakan salah satu dari sekian banyak jenis-jenis permainan tradisional yang ada di Cikakak. Mungkin masih ada lagi jenis-jenis permainan lain yang belum bisa disebutkan. Bagi para pembaca yang mengetahui jenis permainan lain, silahkan kirim ke email admin Cikakak Blog's (cikakakcity@yahoo.com).

by: Cah Kangkung

Read More........

Jumat, 18 Maret 2011

"Prosedur Pembuatan KTP"

Salah satu bukti identitas resmi yang sangat penting bagi penduduk WNI adalah KTP. Kartu Tanda Penduduk (KTP) diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kartu ini wajib dimiliki bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin atau telah kawin.

Untuk anak dari orang tua WNA yang memiliki ITAP dan sudah berumur 17 tahun juga wajib memilki KTP. KTP bagi WNI berlaku selama lima tahun dan tanggal berakhirnya disesuaikan dengan tanggal dan bulan kelahiran yang bersangkutan. KTP bagi WNA berlaku sesuai dengan masa Izin Tinggal Tetap. Khusus warga yang telah berusia 60 tahun atau lebih, mendapat KTP seumur hidup yang tidak perlu diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Kadangkala kita sebagai warga penduduk, sering mengabaikan bahkan tidak tahu sama sekali bagaimana prosedur pengurusan KTP. Berikut akan dijelaskan cara-cara/prosedur pengurusan KTP dari mulai awal sampai akhir.

1. Penduduk
  • Datang ke kantor Desa/Lurah membawa surat pengantar /laporan , dari Kadus/RT dan persyaratan yang diperlukan.
2. Desa/kelurahan
  • Petugas registrasi (Sekdes) menerima, meneliti berkas pelaporan dan persyaratan dengan melihat BIP, BMP, atau hasil print out DKCS.
  • Jika biodata penduduk perkeluarga telah memiliki NIK dari DKCS, selanjutnya mengisi formulir F!-07 (permohonan KTP) ditanda tangani pemohon dan ditanda tangani & cap kades/lurah.
  • Jika ada perubahan maka mengisi F1-05 (surat pernyataan perubahan data kependudukan) dan F1-03 formulir biodata untuk perubahan data.
  • Jika tidak ada, maka mengisi F1-01 biodata penduduk perkeluarga
  • Mencatat dalam BHPPK.
  • Membawa persyaratan yang ditentukan , ditanda tangani pemohon dan ditanda tangani dan cap kades/lurah ke kecamatan.
3. Kecamatan
  • Petugas pada seksi pelayanan umum menerima, meneliti (verifikasi dan validasi) melalui BIP, BMP dan mencatat dalam BHPPK, selanjutnya diserahkan ke seksi pemerintahan.
  • Petugas operator DafDuk pada seksi pemerin tahan melakukan pemotretan /foto sesuai tahu kelahiran, perekaman/entri data cetak KTP. Jika ada TPDK/SIAK Online (tersambung ke database kependudukan DKCS Kabupaten)
  • Jika tidak ada TPDK/SIAK Online maka operator pendaftaran penduduk kecamatan membawa berkas persyaratan yang diperlukan ke TPDK DKCS kabupaten untuk melakukan pemotretan/foto sesuai tahun kelahiran.
4. Dinas kabupaten/DKCS
  • Petugas pada seksi pendaftaran Penduduk melakukan verifikasi, validasi dan mencatat dalam BHPPK.
  • Petugas pada seksi pendaftaran Penduduk melakukan verifikasi, validasi dan mencatat dalam BHPPK.
  • Menyiapkan blanko KTP/B1.02 sesuai dengan kebutuhan.
  • Jika di kecamatan belum ada TPDK/SIAK Online (belum tersambung ke database kependudukan DKCS Kabupaten) maka proses pemotretan/photo, perekaman/entri data dan cetak KTP langsung dilakukan di TPDK DKCS Kabupaten.
  • Hasil print out berupa KTP/B1.02 yang sudah di cap kepala DKCS bersama lampiran berkasnya dibawa kembali ke kecamatan sebagai arsip sedangkan KTP dikirim ke kantor desa/lurah untuk diserahkan kepada penduduk ybs.

Ada hal-hal penting mengenai ketentuan pas foto pada KTP. Dalam KTP dimuat pas foto berwarna penduduk yang bersangkutan dengan latar belakang sebagai berikut:
  • Bagi penduduk yang lahir pada tahun ganjil latar belakang pas foto berwarna merah;
  • Bagi penduduk yang lahir pada tahun genap latar belakang pas foto berwarna biru
Pas foto sebagaimana yang dimaksud di atas memuat ketentuan sebagai berikut:
  • 70% tampak wajah
  • Diperkenankan memakai jilbab namun tidak diperkenankan hanya terlihat bagian mata saja/ menggunakan cadar.
Adapun syarat-syarat yang diperlukan perorangan untuk pembuatan KTp adalah sebagai berikut:
1. KTP Baru
  • Surat pengantar dari RT/Desa
  • Foto copy Kartu Keluarga
  • Foto copy Akte Kelahiran
  • Foto copy Ijasah bagi yang memiliki
2. Perpanjangan KTP
  • Permohonan pembuatan KTP (Berkas F1.07)
  • Surat Pengantar dari RT/Desa
  • Foto copy Kartu Keluarga
  • KTP yang lama
3. KTP Hilang
  • Permohonan pembuatan KTP (Berkas F1.07)
  • Surat Pengantar dari RT/Desa
  • Foto copy Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian





Read More........

Selasa, 15 Maret 2011

"Pasar Manis Kosambi"

Pasar Manis Kosambi adalah sebuah pasar tradisional yang terletak di desa Cikakak, tepatnya berada di sebelah utara desa. Pasar ini berdiri sekitar tahun 2000-an ketika penulis masih SMA.

Menurut wikipedia indonesia pasar tradisional merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli secara langsung serta ditandai adanya transaksi jual-beli dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang di buka penjual maupun oleh para pengelola pasar.

Pasar Manis Kosambi diresmikan pada masa pemerintahan desa yang di pimpin oleh Bpk (Alm.) Siswo Waluyo yang merupakan kepala desa pendatang yang cukup berhasil memimpin desa Cikakak. Peresmian pasar tersebut di diramaikan dengan adanya hiburan masyarakat seperti jaipong dangdut, serta malamnya di adakan do'a bersama yang pimpin oleh pak lebe setempat. Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan masyarakat seperti acara sebelumnya (pada waktu siang hari). Masyarakat merasa cukup terhibur dengan adanya hiburan seperti itu, dan merasa bahagia karena desanya sekarang sudah mempunyai pasar. Para warga berharap banyak agar pasar tersebut bisa berfungsi secara baik sehingga tidak perlu jauh-jauh belanja ke pasar Banjarharjo yang berada di ibu kota kecamatan.

Pasar Manis Kosambi banyak menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, jasa, bahkan ada juga peralatan barang elekronik. Selain itu ada yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.

Dari omong ke omong dalam perjalanannya Pasar Manis Kosambi tidak semulus yang dibayangkan. Banyak para pedagang yang bangkrut dan mengalami kejadian-kejadian yang aneh. Menurut mitos pasar tersebut banyak di huni makhluk halus, yang berasal dari "astana" yang jaraknya kurang lebih 100 meter-an. "Astana" dulunya merupakan kuburan belanda, yang sebagian orang percaya tempat tersebut dianggap "keramat". Semua ini hanyalah mitos, tentang kebenaranya hanya kepada pembaca percaya atau tidak. Wallahu'alam Bishawab...........

Namun, dibalik orang-orang yang mengalami kegagalan usaha di pasar tersebut, tidak sedikit pula yang mengalami kemujuran. Banyak para penjual yang bertahan sampai sekarang, malahan usahanya tambah maju. Ada satu pepatah orang tua mengatakan bahwa dalam usaha dagang, modal utamanya adalah kesabaran dan keuletan. Mungkin prinsip itu yang dipegang oleh para penjual yang sukses. Dibalik semua kejadian pasti ada hikmah, ambil yang baik dan tingggalkan yang buruk.

Sekian sekelumit tentang Pasar Manis Kosambi Desa Cikakak, semoga bisa bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua, khususnya diri pribadi penulis...

by : Cah Kangkung
Read More........

Kamis, 01 Oktober 2009

"X-TOBALL FC"

Hari kamis (24/09/09), terjadi pertandingan persahabatn antara X-toball FC vs bajarharjo fc. Pertandingan dimulai sekitar pukul 04.00 sore yang dipimpin oleh seorang wasit, yang kebetulan orang cikakak sendiri. Dalam pertandingan ini X-toball FC sebagai tuan rumah tidak mengecewakan penonton, klub tersebut menang 1-0 lewat gol yang diciptakan oleh salah satu pemain depan (cunglai, NP). X-toball FC tidak diperkuat salah satu pemain andalan mereka yang juga biasanya menjadi kapten tim (abenk, NP). Pemain tersebut berhalang hadir karena kesibukannya bekerja di IBu Kota (Jakarta) yang menuntutnya kembali masuk kerja pada tgl 24/09/09 pas bertepatan dengan pertandingan ini digelar.

Pada hari senin, 28/09/09 X-toball FC kembali bertanding dengan salah satu klub desa tetangga, beber fc namanya. Kali ini pertandingan diadakan di kandang lawan, alias jadi tamu pertandingan. Dalam pertandingan ini tercipta gol 1-1. Dari pihak X-toball FC gol tercipta dari kelihayan kaki pemain sayap depan (Panjul, NP). Menururt salah satu sumber menyebutkan bahwa gol yang tercipta oleh beber fc seharusnya dianulir karena pemain beber fc berada dalam posisi offside, namun berhubung tidak terlihat wasit jadilah gol yang sah. Para suporter dari X-toball FC merasa kecewa dengan keputusan wasit tersebut, tapi apalah daya keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat. Baik pemain maupun suporter pulang dengan agak sedik kecewa akibat keputusan wasit yang dinilainya berat sebelah. Namun klub X-toball FC perlu berbangga hati karena timnya bisa menang di kandang lawan.

Salute buat para pemain dan suporter X-Toball FC, maju terus dan tetap semangat......

Penulis hanya bisa berpesan jaga nama baik X-toball FC karena selain kita siapa lagi yang bisa menjaganya, hanya dipundak kitalah tempat berpijak dan majunya klub kita ini. X-toball bukan hanya sebuah klub sepak bola tapi juga merupakan wadah berkumpulnya para pemuda yang tinggal di blok stobal (blok sinyur). Pembentukan X-toball bukan berarti ingin memisahkan diri dari organisasi kepemudaan desa cikakak (pusat), tapi merupakan wadah yang hanya menampung kreatifitas para pemuda di blok kami dengan tujuan kearah yang positif, serta bisa saling memajukan dan saling mepererat tali persaudaraan sesama warga cikakak khususnya para pemuda-pemudinya. Alhamdulilah berkat pembentukan X-toball ini para pemuda kami bisa lebih teratur dan bisa lebih produktif, salah satu nya adalah dengan beberapa kali menjuarai kegiatan olah raga serta lomba karnaval 17-an. Saya sebagai salah seorang pendiri X-toball merasa bangga, dan akan terus mendukung kegiatan yang positif baik itu keolahragaan maupun kegiatan lainnya (positif).

So tetap semangat dan teruskan perjuangan, BRAVO X-TOBALL.......

* Note : NP = Nama Pangilan

by : Cah Kangkung
(www.cahkangkung.co.cc)
Read More........

Selasa, 11 Agustus 2009

"Pegadungan"

Konon menurut cerita engkong2 pada zaman dulu ada sebuah desa yang hilang, desa pegadungan namanya. Desa tersebut terletak di sebelah selatan desa cikakak kurang lebih 5 km dan beberapa meter dari "lebak jeruk". menurut cerita Desa pagadungan hilang pada masa penjajahan zaman belanda doeloe...

Saat terjadi pembantaian di 3 Daerah yaitu Tegal, Pekalongan dan Brebes. Nah yang di brebes tepatnya di banjarharo....sebagian masyarakatnya lari ke gunung untuk menghindari serangan dari belanda terkecuali masyarakat di desa pagadungan. sesepuh di desa ini konon ilmu-nya sangat tinggi....dan untuk melindungi masyarakatnya dari belanda ia melakukannya dgn cara menabur sesuatu (ga tau apaan) di sekeliling desa tsb, agar tidak terlihat oleh belanda alias tidak kasat mata. dan cerita selanjutnya, setelah ia melakukan sesuatu untuk melindungi masyarakatnya, ia ikut serta melawan belanda. celakanya sesepuh ini wafat dalam perang, alhasil tidak ada yang bisa mengembalikan desa tersebut seperti semula. sampai saat ini tidak ada yang bisa melihat desa tersebut.

Ternyata yang di tabur oleh sesepuh itu adalah abu dan abu ini di tabur di tanah membentuk lingkaran. sang sesepuh tidak menyisakan tanah yang tanpa abu sebagai pintu atau jalan keluar dari desa itu, maka dr itu warganya tidak bisa keluar dari desa pagadungan. Tapi menurut cerita setiap prepegan mereka baru bisa keluar dan bagi yang memperhatikan betul2 mereka akan terlihat di pasar banjarharjo dg penampilan seperti orang zaman dulu ( gmn mo perhatiin, lempang ge hese neangan jalan kubaning sesek). dan ada juga kesaksian dari para pedagang, mereka kaget setelah sampai rumah, karna dari uang hasil dagangannya sebagian adalah uang koin zadul ( Zaman dulu ) padahal mereka yakin semua pembeli memberikan uang kertas ( duit zaman ayeuna ). Dua orang di desa saya pernah tersesat sampai ke desa pagadungan, waktunya berbeda dgn kejadian yg sama. Keduanya sama2 lg mencari kayu bakar dan pulang sarepna. Pas adzan subuh, mereka baru sadar dan ternyata mereka ada di desa cikakak tepatnya di bawah jembatan cikakak yg beberapa tahun lalu roboh kena banjir. Maka dari itu ada yang bilang desa ini desa yang hilang-lah, desa kutukan-lah, dan ada juga yang bilang desa ini desa siluman..."Wallahu Alam Bisawab"
Read More........

"Asal Mula Cikakak"

Konon, nama Cikakak berasal dari dua suku kata: Cai dan Cangkakak. Cai adalah bahasa Sunda untuk air. Sementara Cangkakak adalah nama jenis burung sejenis kakatua alias ekek. Bedanya, suara burung cangkakak persis seperti namanya: kakakakakakakak....kakakakakakak... Burung ini lebih banyak beredar di kala senja alias menjelang malam.

Syahdan, Cikakak dahulu adalah sarang dari burung-burung yang kini sudah hampir punah tersebut. Saking banyaknya, suatu ketika, ada banjir bandang menghumbalang tanah leluhur ini. Saat itu, saranf segerombolan beribu-ribu cangkakak tiba-tiba tersapu "tsunami" itu. Walhasil, sarang dan ribuan burung cangkakak itu musnah dan menyisakan sisa cai dan bekas tempat cangkakak.

Itulah sebabnya, kawasan tersebut dinamakan Cai Cangkakak, yang singkatannya menjadi Cikakak. Benar atau tidak cerita ini, Wallahu'alam bissawab. Percaya atau tidak, dikembalikan ke Anda. Ini sekelumit pendek tentang mitos Cikakak.
Read More........

Rabu, 27 Mei 2009

"Bahan Bakar Nabati"

Oleh: Widjajono Partowidagdo

Pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Inpres Nomor 1 Tahun 2006 tentang Bahan Bakar Nabati (BBN). Pemerintah melalui Tim Nasional Pengembangan BBN (Kepres No. 10 Tahun 2006) telah mengeluarkan Blue Print Pengembangan BBN. Walaupun demikian, di internet banyak keluhan tentang macetnya program tersebut. Seorang teman yang waktu tahun 2006 (ketika Tim Nasional Pengembangan BBN dibentuk) sangat bersemangat mengembangkan jarak di Sumbawa, ketika penulis tanya pada Juni 2008 bagaimana jaraknya, menjawab lesu: ?Mas, aku sudah berhenti. Gimana mau untung kalau dibeli dibawah Rp 1000/kg?.

Kebetulan penulis mendapat DVD dari DESDM (Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral) tentang Desa Mandiri Energi di Nusa Penida yang diresmikan Bapak Presiden SBY. Pada DVD semua terlihat bagus, sehingga penulis dan beberapa kawan mengunjungi pulau tersebut pada 6 Juli 2008, naik speed boat dari Sanur. Listrik dari kincir angin dan sinar matahari memang beroperasi karena barang impor dan tidak ada hubungannya dengan pemberdayaan masyarakat, tetapi program energi dari jarak (biodiesel) dan dari kotoran sapi (biogas) macet. Mesin pemeras jarak serta pemroses kotoran sapi dan kompor biogasnya ada, tetapi hanya digunakan untuk peragaan, kalau ada permintaan. Petani mengatakan bahwa tidak ada jaminan pembelian dan harga beli buah jarak, disamping mereka tidak mempunyai sarana untuk menggunakan jarak tersebut untuk kepentingan sendiri (memasak misalnya).

Pada waktu mendaki Kala Pattar (5545 m) di Himalaya April 2007, penulis mendapati pada daerah yang masih ada airnya, penduduk menggunakan microhydro untuk listrik dan sampai Gorak Shep (sekitar 5000 m) penduduk masih menggunakan kotoran yak (sapi berbulu panjang) dan manusia untuk memasak dan pemanasan ruangan. Nepal tidak mensubsidi BBM (Bahan Bakar Minyak).

Kebetulan penulis menjadi salah satu pemenang lomba makalah dengan topik ?Memperkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional dalam Era Persaingan Global? dan mempresentasikannya pada Sidang Pleno ISEI XIII (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) di Senggigi, Lombok 17 Juli 2008. Ketika penulis menyatakan di internet banyak keluhan tentang pengembangan jarak, Pak Abdul Hakim Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menawarkan kesediaannya untuk mengantar apabila penulis menginginkan untuk mengetahui keberhasilan pemanfaatan jarak di KSB.

Singkatnya, 10 Agustus 2008 kami menemui Kelompok Tani yang dipimpin oleh Bapak Dahlan di Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Kami diantar ke lokasi tanaman jarak di bukit lalu menuju ke tempat Pemurnian Minyak Jarak (Pure Oil Plant) dan tempat pemeras jarak yang dibuat oleh PT Pura Barutama. Pak Dahlan menjelaskan bahwa dalam tahun 2008 kelompoknya telah mengirim 318,3 ton jarak yang dikirim ke: Solo: 74 ton, Banyuwangi: 51 ton, Pati: 57,5 ton, Sumbawa Besar: 17,8 ton dan dari Jereweh dan Brang Rea dikirim ke Semarang 118 ton. Dikeluhkan ada pembeli yang berjanji membeli Rp 1250 /kg di depan Kepala Dinas tetapi ketika petugasnya datang hanya mau beli Rp 1000 /kg akibatnya kelompok Tani tidak mau menjual biji yang sudah kering untuk biodiesel, tetapi hanya menjual biji untuk bibit (yang cukup diangin-anginkan) karena harganya jauh lebih mahal yaitu Rp 3000-7000. Walaupun demikian kalau hanya menjual untuk bibit tentunya yang dijual terbatas. Apabila mau memproduksi sampai ribuan ton tentunya harus dijual sebagai bahan bakar atau untuk konsumsi sendiri.

Senin, 11 Agustus 2008 kami berkunjung ke kelompok tani di desa Brang Rea dan diterima oleh ketua kelompok yaitu Bapak Dulah. Jalan menuju ke tempat tersebut relatif sulit karena jalan yang kita lalui harus menyusuri bantaran sungai dan sesekali mobil harus menyeberangi sungai berbatu. Lahan yang digarap oleh kelompok tani ini relatif lebih baik karena dekat dengan sungai. Namun sangat disayangkan belum ada sama sekali buah jarak yang pernah mereka panen. Hal ini dikarenakan sosialisasi pengolahan paska panen belum mereka ketahui, baik pengolahan bijih jarak maupun pemerasan minyak jaraknya. Mereka berharap dapat mengunakan minyak jarak ini untuk keperluan memasak dengan adanya bantuan pengadaan kompor minyak jarak serta mesin pemerasnya. Hal ini untuk mendorong semangat para petani yang dibina sehingga mereka berniat untuk merawat tanaman jarak yang sudah mereka tanam.

Selanjutnya kami menuju ke kelompok tani di desa Jelenga, kecamatan Jereweh. Ketua kelompoknya, Bapak Kusmayadi menyatakan bahwa biji jaraknya dibeli dengan harga Rp 1250 /kg berapapun produksinya (4 kg sekalipun). Mereka mengharapkan memperoleh kompor minyak jarak, mesin pemipil serta mesin pemeras manual. Mereka menanam jarak dengan pola tumpangsari (2 x 5 meter) dan sistem pengairannya menggunakan sumur pompa, dimana sumur disumbang oleh Pemda dan infrastrukturnya disumbang oleh Newmont.

Dalam Perjalanan pulang ke Mataram, penulis sedih mengetahui bahwa para petani tembakau di Lombok Timur yang mengeluh karena minyak tanah langka ketika panen. Akibatnya, tembakaunya tidak dikeringkan dan busuk. Padahal Lombok Timur punya tanaman jarak banyak, tetapi petani belum paham mengubahnya menjadi energi.

Institut Teknologi Bandung (ITB) juga melakukan pembinaan pemanfaatan jarak di kabupaten Ciamis, Jawa Barat di Kecamatan Rajadesa dan Kecamatan Parigi. ITB menyediakan bibit, memberi penyuluhan tentang pemilihan bibit, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan, teknologi pengolahan serta menyediakan peralatan pengolahan yaitu mesin penghancur kulit biji jarak, mesin penggiling daging biji jarak, mesin pres manual, membran dan kompor. Pembinaan dimaksudkan terutama agar masyarakat bisa menggunakan jarak sebagai pengganti minyak tanah untuk memasak, sampai saat ini Kecamatan Rajadesa lebih berhasil dari Kecamatan Parigi.

Di beberapa tempat program pengembangan jarak berhasil, walaupun di banyak tempat jalan ditempat. Keberhasilan pengembangan jarak tergantung kepada:

1. Petani tahu dan percaya kegunaan pemanfaatan biofuel (biodiesel dan bioethanol) dan adanya pemimpin Kelompok Tani yang dipercaya dan profesional.

2. Keaktifan Pemerintah Daerah (dalam hal ini Dinas Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan), Pengusaha, Perguruan Tinggi atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dalam sosialisasi pemanfaatan dan membina kelompok Tani di daerahnya.

3. Kerjasama antar instansi (Departemen), terutama ESDM, Perindustrian dan Perkebunan.

4. Terdapatnya pembeli dengan harga beli yang menarik dan kontinyu serta menepati harga beli yang sudah dijanjikan.

5. Kualitas bibit yang baik, sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi.

6. Lahan yang memang cocok untuk tanaman tersebut.

7. Tersedianya alat pemroses yang ekonomis.

8. Tersedianya sarana untuk memanfaatkan biofuel untuk digunakan petani (misal: kompor untuk jarak).

Seyogyanya keberhasilan pengembangan jarak untuk biodiesel disiarkan di media baik cetak, radio maupun televisi supaya dapat ditiru di tempat lain. Hal serupa perlu dilakukan untuk bioethanol (perlu peragian) dari ketela, tebu dan lain-lain. Program tersebut paling tidak dapat mengatasi permasalahan untuk memasak karena mahal atau langkanya minyak tanah. Dalam kasus Lombok Timur, penduduk bisa menggunakan minyak jarak untuk mengeringkan tembakau.

Apabila dapat memanfaatkan lahan-lahan yang menganggur atau kritis, maka disamping bisa menahan erosi dan mencegah banjir, pendapatan penduduk meningkat sehingga mengurangi kemiskinan. Pasar biofuel akan meningkat dimasa depan karena tingginya harga minyak dan makin ketatnya persyaratan lingkungan. Syaratnya, pemerintah harus menjamin kalau panen dibeli dengan harga yang menguntungkan. Misalnya untuk kasus jarak minimal Rp 1250/kg.

Dalam kasus KSB diharapkan Newmont dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) dapat membantu pengembangan biofuel disamping dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan BBM dan listriknya yang besar. Untuk daerah-daerah lain diharapkan partisipasi Pertamina, PLN dan perusahaan-perusahaan lain.

Perlu adanya kerjasama antar pemerintah, pengusaha, akademisi dan masyarakat untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Tujuan kita bernegara bukan hanya masyarakat yang makmur, tetapi juga adil. Untuk itu dibutuhkan anggota masyarakat yang beriman, beramal saleh dan selalu mengingatkan akan kebenaran dan kesabaran.

Penulis adalah Guru Besar ITB

Disampaikan pada: Roundtable Discussion Lemhanas di Jakarta, 18 September 2008

Read More........

"PEMKAB BREBES SIAPKAN PROGRAM KONVERSI MINYAK"

Pemkab Brebes mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersiap-siap menyongsong program konversi minyak tanah (Mitan) ke gas. Untuk itu, Pemkab melalui konsultan yang dibantu Camat maupun Kepala desa saat in tengah melakukan pendataan bagi penerima kompor dan tabung gas. Pemerintah Kabupaten Brebes mendukung penuh konversi minyak tanah ke gas, saat ini Pertamina dibantu konsultan dengan dukungan camat dan Kades tengah melakukan pendataan kepada rumah tangga penerima, kata wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro SH.MSi saat berada di Kecamatan Paguyangan Senin kemarin / lalu. Sebagai bentuk kesiapan tersebut, di Kabupaten Brebes Telah dilakukan pendirian stasiun pengisian dan pengangkutan LPG yakni tersebut di tiga wilayah, Wanasari, Wanacala dan Tonjong. Menurut Wakil Bupati Brebes, syarat yang diajukan warga sebagai penerima bantan kompor dan tabung gas LPG yalni bukti identitas diri melalui KTP, kartu kelaurga (KK) dan juga masyarakat urban. "Bagi masyarakat yang pengeluarannya kurang dari Rp 1,5 juta perbulan juga berhak mendapatkan bantuan tersebut.
Wakil Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat serta Camat maupun Kepala Desa, agar membantu pelaksanaan pendataan secermat mungkin. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi bantuan tidak tepat sasaran. "Jangan sampai yang tidak berhak menerima justru menerima, pengalaman di kota lain justru konsultan yang melakukan pendataan ditumpangi oknum yang berharap keuntungan dari program konversi ini.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupten Brebes saat ini baru melakukan pendataan, sehingga jika ternyata ditemukan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram dijual bebas di pasaran, berarti tabung itu bukan untuk Kabupaten Brebes. "Saat ini kalau ada yang menjual tanpa izin, maka itu adalah tabung gelap. Semestinya tabung itu ditujukan untuk daerah lain, itu termasuk penyelundupan.
Bagi warga yang menggunakan minyak tanah namun tidak mampu membeli LPG, Wakil Bupati berharap jangan sampai warga merambah hutan untuk diambil kayunya. "Bisa langsung melapor pada Kepala Desa atau Camat dan bisa diusulkan. Setelah pendataan selesai maka selanjutnya tabung akan mulai dibagikan, dan berpesan agar warga penerima jangan terhasut oleh bujukan untuk menjual tabung maupun kompor tersebut.


Sumber BAg HUmas dan Protokol (http://www.brebeskab.go.id)
Read More........

"Kelompok tani dapat bantuan"

Brebes - Kelompok Tani Ternak Itik Adem Ayem Kabupaten Brebes yang juga menjadi anggota Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) akan menerima bantuan itik dari Departemen Pertanian. Bantuan tersebut berupa itik sebanyak 325.000 ekor.
Ketua KTTI Adem Ayem Atmo Suwito Rasban SE Senin lalu mengatakan bantuan itik untuk kelompoknya disalurkan pada tahun 2010. Bantuan tersebut ditujukan kepada masing-masing peternak sebanyak 5.000 ekor sedangkan Untuk peternak yang tergabung di kelompok Adem Ayem ada 65 orang, dari jumlah peternak tersebut, maka bantuan keseluruhan mencapai 325.000 ekor.

Lebih lanjut dikatakan Bantuan berupa itik dipastikan akan sampai kepada KTTI Adem Ayem yang ada di Kabupaten Brebes pada Tahun 2010 ini . upaya ini dilakukan agar para peternak bisa lebih maju. Saat ini, beternak masih dianggap oleh masyarakat sebagai pengghasilan sampingan, padahal apabila kegiatan beternak dikelola secara maksimal, maka akan menjadi penghasilan utama petani.


Dikatakan juga Untuk ternak itik, apabila petani memiliki 4000 sampai 5000 ekor itik, maka bisa dipastikan petani akan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 12 juta tiap bulan. Jumlah penghasilan tersebut cukup untuk membantu peternak untuk bisa menyekolahkan anaknya ke tingkat perguruan tinggi.


Ketua KTTI Adem Ayem Atmo Suwito Rasban SE juga berharap, masyarakat Kabupaten Brebes memiliki tingkat asupan makanan yang lebih baik. Asupan tersebut berupa telur, daging dan susu. Hal tersebut bisa terealisasi apabila masyarakat Kabupaten Brebes mampu mengolah sumber daya yang ada. Salah satunya dengan beternak. Apabila keberadaan ternak unggas maupun kambing bisa menyebar di tiap Kecamatan, maka kebutuhan asupan makanan tersebut akan mudah terealisasi.

Sumber: http://www.brebeskab.go.id
Read More........

Selasa, 26 Mei 2009

"Si Kaya dan Si Miskin"

Tahukah anda, kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah terus bergumul, dan yang berada di level miskin makin menjadi miskin?

Orang kaya semakin kaya karena begitu penghasilan orang kaya bertambah besar, mereka menunda kesenangan, dan terus menjalani gaya hidup yang sama. Penghasilan yang lebih ini mereka investasikan kedalam aset seperti misalnya membeli saham yang menghasilkan deviden, membangun rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, membuka bisnis sarang walet, dll.

Begitu seterusnya, sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan pada saat penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Bagaimana dengan orang menengah?Kenapa mereka bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka mereka menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan lain-lain.

Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Lalu bagaimana dengan kaum miskin? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang mereka idamkan, beli jam yang lebih keren, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Berada digolongan manakah anda?

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan lebih banyak uang bagi anda atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?


Read More........

"Bikin Website"

Bikin Website itu Mudah … Percaya deh
Membuat Homepage itu Gampang

Membuat homepage itu gampang. Percayalah, dengan perangkat lunak yang ada sekarang ni seperti Microsoft Frontpage, Adobe Go Live, Page Mill dan software terbaru lainnya yang mudah digunakan dan juga dilengkapi dengan template instant, membuat homepage atau web site bukan hal yang sulit.

Bahkan, software pengolah kata semacam Microsoft Word versi yang terbaru sekarang ini dilengkapi dengan template instant untuk membuat homepage. Meskipun demikian, untuk membuat homepage yang menarik serta atraktif, dan tentunya mudah di download, diperlukan pengalaman plus darah seni ditubuh kamu agar dapat menghasilkan homepage yang benar-benar menarik pengunjung. Apa saja sih, kiat-kiat yang paling mendasar dalam membuat homepage itu? Nggak susah-susah amat kok, asal kamu memperhatikan hal-hal berikut ini.

Isi adalah raja

Ini bukan omong kosong. Banyak sekali homepage diproduksi di Internet setiap hari. Tanpa isi yang mengena dan pas dengan tujuan kamu membuat homepage, maka homepage kamu itu cuma sekedar memenuhi Internet dengan informasi tak berguna alias informasi sampah. Bagaimana supaya isi homepage dapat memberikan nilai tambah kepada pengunjung? Pikirkan saja apa tujuan kamu membuat homepage. Apakah kamu seorang fans berat Madonna misalnya. Pikirkan dan rencanakan, apa kira-kira informasi yang nantinya menarik penggemar Madonna itu. Apakah informasi itu berupa lirik lagu-lagu Madonna, foto-fotonya yang sensual, kliping-kliping artikel mengenai dirinya, milis, forum diskusi, atau beberapa informasi lain yang relevan dengan tujuan kamu membuat homepage Madonna itu.

Selain itu, jangan lupa lho aturlah informasi menurut menu yang berurutan dan cair sehingga pengunjung homepage dapat berselancar dengan mulus dari satu halaman ke halaman yang lain.

K I S

“Keep It Simple”, ini artinya kamu nggak perlu napsu untuk menempelkan segala macam gambar atau foto yang ‘WAH’, di homepage yang lagi kamu bikin itu. Atau hindari menggunakan layout yang rumit-rumit dengan menggunakan banyak tabel atau frame. Apalagi jika kamu seorang pemula. Gunakan gambar, foto atau tabel sesuai dengan kebutuhan. Jangan terpesona dengan gambar animasi yang minta ampun besar ukurannya.

Bila kamu menggunakan teknologi paling gress misalnya “Shockwave” atau “Java”. Sebagai patokan, untuk setiap halaman sebenarnya ukuran total file gambar yang ideal paling banter cuma mencapai 25 KB. Ditambah dengan file html sendiri yang sekitar 25 KB juga maka total maksimum sebuah file html (plus gambar) paling banyak adalah 50 KB. Nah, ingat-ingatlah batasan ini.

Grafis dan Penampilan

Selain kedua hal mendasar diatas, penampilan juga jangan sampai dilupakan. Penampilan disini termasuk grafis yang digunakan , icon atau navigasi. Perhatikan pula format teks maupun font [jenis huruf] yang digunakan. Dan jangan lupa, kuras imajinasimu saat kamu menyisipkan warna, logo atau tampilan grafis lainnya, yang menunjukkan identitas dan kepribadian homepagemu.

Selain itu, perhatikanlah warna-warna homepage kamu, terutama warna latar belakang dengan warna font. Jangan sampai warna latar belakang justru membanting warna font. Usahakan warna font atau ukuran font sangat kontras dengan warna latar belakang halaman homepage . Ini sangat penting bagi pengunjung yang nantinya akan membaca informasi yang kamu sampaikan. Selain itu, untuk warna font sebaiknya digunakan warna-warna tua/kuat supaya pengunjung situs mudah mencetak halaman homepage. Menurut beberapa survei yang dilakukan di Internet, sebagian besar pengunjung masih tetap
menyukai warna latar belakang putih ketimbang warna-warna latar belakang lainnya.

Prestasi dan Promosi

Setelah homepage kamu jadi, gimana caranya menjajal performance homepage kamu, dan bagaimana caranya agar homepagemu itu dapat dikenal oleh orang? Untuk menjajal performance homepage , kamu bisa kunjungi websitegarage.com di http://www.websitegarage.com . Di situs ini, berbagai aspek desain homepage akan diuji, misalnya download time, besar/ukuran grafis, efisiensi html code, spelling, dll. Setelah itu jangan ragu untuk mengunjungi situs pencarian paling populer seperti Yahoo http://www.yahoo.com atau situs Catcha.co.id http://www.catcha.co.id untuk mempromosikan situs kamu di Internet. Untuk lebih jelasnya, silahkan kamu masuk ke Ruang Webmaster. Disana kami sudah siapkan segala yang kamu butuhkan.

Masih Sulit Juga ….! Bikin Blog saja

Keterlaluan deh, ya sudah bikin Blog saja karena saat ini sudah banyak mesin pembuat blog banyak sekali baik yang gratisan maupun yang berbayar, kamu bisa sign up di wordpress, blogspoot, bloger, joomla dan masih banyak lagi. Untuk daftar kamu tak akan mengalami kesulitan karena sudah ada step-stepnya dengan jelas, setelah blog standard sudah jadi sekarang tinggal mempercantik halaman blog kita, tak perlu pergi ke salon kita sendiri juga bisa mempercantik tampilannya banyak plugin, widgets, modul, komponen yang gratis bertebaran di internet, kamu tinggal ketikan kata kuncinya di mesin pencari google lalu abrakadabra banyak pilihan yang menawarkan agar tampilan blogmu jadi menarik, pasti kamu juga di buat bingung untuk memilihnya, malah salah-salah bingung sendiri akhirnya tidak ada pilihan dan blog kamu juga tak menjadi cantik.

Read More........

"Bahasa Sunda di Kabupaten Brebes"

Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan dengan wilayah Jawa Barat. Di wilayah itu, terutama di wilayah Brebes sebelah selatan, terjadi persinggungan dua bahasa terbesar di Indonesia, yaitu persinggungan antara bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Namun, setakat ini penelitian yang mengungkapkan keberadaan bahasa Jawa maupun keberadaan di bahasa Sunda di daerah tersebut belum ada.

Akibatnya, informasi tentang kedua bahasa di daerah itu sangat minim. Ranabrata (1992:26) pernah mengungkapkan bahwa bahasa Sunda juga dipakai di wilayah selatan Kabupaten Brebes. Namun di daerah mana bahasa Sunda itu dipaka dan bagaimana deskripsi bahasa di daerah tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Sehubungan dengan hal tersebut, tulisan awal ini bertujuan mendeskripsikan bahasa Sunda di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes.

Wilayah Bahasa

Kabupaten Brebes terdiri atas enam belas kecamatan, yaitu kecamatan;
• Salem
• Bantar kawung
• Bumiayau
• Paguyangan
• Sirampog
• Tonjong
• Larangan
• Ketanggungan
• Banjarharjo
• Losari
• Tanjung
• Kersana
• Bulakamba
• Wanasari
• Jatibarang
• Brebes

Delapan diantaranya terdapat penutur bahasa sunda. Yaitu;
• Salem,
• Bantarkawung,
• Ketanggungan,
• Banjarharjo,
• dan beberapa desa di Kec. Losari (Randegan, Jatisawit, Karangsambung, Negla, Bojongsari, Karangjunti, Babakan)
• Kec. Tanjung (Sarireja dan luwungbata)
• Larangan (Kamal, wlahar, dan pemulian)
• Kersana(Kradenan, Sindangjaya)

Bahasa sunda dan bahasa Jawa dipakai secara bersama dibeberapa desa di kecamatan;
• Bumiayu(Pruwatan, Laren)
• Bantarkawung(cinanas, cibentang, karangpari, pangebatan, dan bantarkawung)
• Ketanggungan(Pamedaran, Barros, Kubangsari, Ku bangjati, Dukuhbadag, dan kubangwungu)
• Banjarharjo(Banjarharjo, cimunding, ciawi, tegalreja, dan banjar lor
• Losari(Karangjunti dan Babakan)
• Kersana (Kubangpari)

Fungsi

Penutur bahasa Sunda di Kabupaten Brebes selalu menggunakan BS sebagai alat komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat setempat. Di dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual beli di pasar, ceramah agama di mesjid, dan upacara adat (pernikaha, khitanan, syukuran, sedekah bumi), BS selalu digunakan sebagai pengantarnya. Meskipun begitu, BS di Kabupaten Brebes hanya digunakan dalam ragam lisan, bukan dalam ragam tulis dan sampai sat ini bahasa tersebut masih diperlihara dengan baik oleh masyarakat penuturnya.

Kebiasaan yang menarik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Losari, Banjarharjo, dan beberapa kecamatan di daerah Brebes selata adalah adanya kecenderungan masyarakat dalam melakukan hampir seluruh aktivitasnya 9bersekolah, berobat, berbelanja, atau keperluan lain) selalu ke arah barat (ke Ciledug-Kab. Cirebon)daripada ke arah utara (ke kota kabupaten). Selain karena kesulita transportasi barangkali juga disebabkan oleh adanya rasa sebahasa yang membawa dampak psikologis bagi pemakainya.

Bahasa Sunda Brebes (BSB)

Perbedaan bahasa sunda brebes dengan bahasa sunda standar (BSS)tampak menonjol pada intonasi dan beberapa kosakata, sedangkan dalam tataran frasa dan kalimat tidak terjadi perbedaan. Dalam tatara frasa , misalnya adalah
imah bapa=rumah ayah
peti suluh=peti kayu
budak bandel=anak nakal
hayang hees=ingin tidur
ngakan kejo=makan nasi
gede kacida=besar sekali
jenuk budak=bnyak anak.
Kalimat BSB contohnya adalah;
Misah lulus ujian nyaneh kudu di ajar=agar lulus ujian kamu harus belajar
Iraha nyaneh mangkat=kapan kamu pergi
Naha nyaneh telat=mengpa ia terlambat?
Mih, balik ti pasar=ibu pulang dari pasar
Kakak geus indit=kakak sudah pergi

Yang menarik adalah sebagain kosakata BSS yang termasuk kosakata netral (tidak kasar dan juga tidak halus) di dalam BSB selalu diaggap lebih halus. Misalnya, frasa;
Hayang sare=ingin tidur
dahar sangu=makan nasi
Di dalam BSB dianggap halus, padahal di dalam BSS kedua frasa itu tidak bermakna halus. Frasa ygn bermakna ingin tidur dan makan nasi di dalam BSB adalah hayang hees dan ngakan kejo

Kosakata dasar Swadesh

Jika penjaringan data BSB dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang dibuat oleh Pusat Bahasa, kurang lebih akan diperoleh seratus tujuh puluh kosakata yang berbeda antara BSB dan BSS (Bahasa Sunda Standar). Namun, apabila penjaringan itu dilakukan dengan menggunakan kosakata dasar swadesh (dua ratus kosa kata dasar) akan diperoleh empat puluh kosa kata dasar yang berbeda antara BSB dan BSS. Keempatpulih kosakata yang berbeda itu dapat dilihat pada tabel 1.

Jika diamati lebih lanjut, ternyata keempat puluh kosakat BSB yang berbeda dengan BSS itu, sembilan kosakata dasar diantaranya diduga terpengaruh bahasa Jawa brebes (BJB). Kesembilan kosakat itu bisa dilihat pada tabel 2.

Penutup

Sehubungan dengan hal diatas, agar keberadaan bahasa Sunda–dan juga bahasa Jawa–di Kabupaten Brebes dapat diungkapkan secara memadai, penelitian tentang keseluruhan aspek kebahasaan (fotologi, morfologi, dan sintaksis) dan penelitian tentang dialek geografi bahasa Sunda di daerah itu perlu segera dilakukan.

Tebel perbandingan Bahasa Sunda Brebes dan Bahasa Sunda Standar

BSB BSS MAKNA
pocor ucur/ngucur alir/mengalir
api seuneu api
hiber ngambang apung/mengapung
apik alus baik
jenuk loba banyak
rengkol/ngarengkol goler/ngagoler baring/berbaring
kakara anyar baru
mungkal batu batu
saumpamana iraha bilamana
bububrauh moro buru/berburu
seuseuh kumbah cuci
dindi di mana di mana
surung dorong dorong
nyaneh maneh engkau/kamu
leuweung hutan hutan
mimih/indung/babu ema ibu
rubtah pamajikan istri
sapertina sabah karena
ngocoblok omong/ngomong kata/berkata
gulung gelut berkelahi
hulu sirah kepala
kede kencah kiri
sejen lain lain
sagara laut laut
lega lebar lebar
lesang leueur licin
madang dahar makan
endi mana mana
mata panon mata
matapoe panonpoe matahari
nembang nyanyi menyanyi
jama jelema/jalma orang
peres peureut peras
kami/aing kuring saya
rupit heurin sempit
hawangan walungan sungai
hees/pineuh sare tidur
jegu mintul tumpul
ula oray ular

Tebel perbandingan Bahasa Sunda Brebes, Bahasa Jawa Brebes, dan Bahasa
Sunda Standar

BSS BSB Bahasa Jawa Brebes Makna
alus apik apik baik
dorong surung surung dorong
lain sejen sejen lain
laut sagara segara laut
lebar lega lega lebar
dahar madang madhang makan
mana endi endi mana
nyanyi nembang nembang menyani
oray ula ula ular
Read More........